Kamis , 02 Jul 2009 11:10 WIB
Kobian, Robot Dengan Emosi

Oleh : C Tri A , dibaca 524 kali dengan 0 komentar
Get subscribers

Komentar Pembaca:

Terbaru:
Jackie Cobell, Perenang Terusan Yang Paling Lamban
Huang Kaiquan, Pria Terpendek Berikutnya?
Tempat Tidur Roller Coaster???
Serem!!!!Riana Hidup Dengan 11 Binatang Buas

Story of the Month:
OSHIBE, Patung Unik yang bisa Bercahaya dan Bersuara
Kyle Kane, Anak Terkuat Sedunia
Ini Dia Ikan Berwajah Manusia

Kisah Terfavorit:
Payudara Terbesar Di Dunia
Perilaku Hubungan Sex Remaja Amerika
Kelinci Raksasa

Kagakribet FUN - Kobian adalah sebuah robot yang bisa menampilkan emosi seperti manusia, meski terbatas.
Kobian merupakan kreasi dari para ilmuan Jepang yang dipimpin oleh Professor Atsuo Takanashi dari Universitas Waseda dan juga pabrik robot tmsuk yang berbasis di Jepang bagian selatan.

Adapun bentuk Kobian seperti manusia dimana dirinya memiliki alis mata, kelopak mata dan juga sepasang bibir merah muda yang bisa bergerak.

Kobain juga memiliki 2 bagian leher yang digabungkan yang membantunya mencapai gerakan-gerakan yang ekspresif.

Untuk mengekspresikan emosi-emosi, Kobian menggunakan seluruh bagian tubuhnya.


Mau tahu beberapa emosi atau perasaan yang bisa diperlihatkan Kobian?

Sedih – Untuk memperlihatkan emosi satu ini, Kobian diprogram untuk menutup kelopak matanya dan menekuk ke depan sementara satu tangannya berada di dahinya.

Gembira – Kobian bakal membuka mulut dan matanya dengan lebar  dan mengangkat tangannya ke udara seperti semacam salam kemenangan.

Jijik – Kobian bakal menekan bibirnya dan menarik mundi salah satu tangannya dengan perilaku gak jantan.

Seperti yang diberitakan Dailymail.co.uk, selain menampilkan perasaan atau emosi, Kobian juga bisa berjalan berkeliling, mengerti lingkungannya dan melaksanakan tugas-tugas.

Robot Kobian itu sendiri sebenarnya diperkenalkan pertama kali di konferensi IEE di computer communications tahun 2008 sebagai karir yang potensial bagi orang dewasa.

Awalnya ekspresi-ekspresi Kobian hanya diperlihatkan menggunakan kepala saja, tapi para peneliti kemudian menambahkan pergerakan badan setelah para pemakai mengatakan kalau mereka sulit untuk mengartikan si robot.



E-mail
Komentar Anda
Kode